Sejarah Komik Dunia
SEJARAH awal komik masing-masing mengikuti jalan yang berbeda di berbagai belahan dunia, yang dapat dilihat dari perjalanan sejarahnya di Roma, Mesir, hingga Yunani.
Banyak catatan menyebut cetakan komik berawal pada abad 113 yang dikenal dengan Kolom Trojan di Roma, yang disebut sebagai contoh narasi yang dikisahkan melalui gambar berurutan, sedangkan hieroglif Mesir, fiezes Yunani menggabungkan gambar berurutan dan kata-kata untuk menceritakan sebuah cerita.
Perkembangan komik sesungguhnya mulai bermula ketika di Eropa mulai ditemukan dan dikembangkannya teknologi mesin cetak. Yang telah merubah posisi seni di eropa saat itu. Pada awalnya seni hanya bisa dinikmati oleh kaum penguasa dan kaya, akhirnya bisa dinikmati oleh semua kalangan. Demikian halnya dengan komik yang mulai bisa dinikmati khalayak.
Lima abad setelah karya tentang penyiksaan Santo Erasmus (1460), perkembangan komik di eropa mencapai puncak tertinggi melalui tangan dingin William Hogarth. Karya Hogarth merupakan 6 lembar karya yang berjudul “A Harlot Progress” yang diterbitkan tahun 1731. Karya Hogarth adalah karya yang kaya akan detail serta kisah yang terilhami dari kepedulian sosial. Karya Hogarth awalnya dipamerkan sebagai rangkaian seri lukisan dan kemudian dijual dalam bentuk karya ukir. Dan dipajang secara berurutan sehingga dapat dibaca sebagai suatu kisah cerita.
Setelah “A Harlot Progress” munculah kisah lanjutan yang berjudul “A Rake’s Progress”. Karena kepopuleran karya tersebut, maka untuk melindungi keseluruhan karya disahkanlah undang-undang hak cipta untuk pertama kalinya.
Banyak catatan menyebut cetakan komik berawal pada abad 113 yang dikenal dengan Kolom Trojan di Roma, yang disebut sebagai contoh narasi yang dikisahkan melalui gambar berurutan, sedangkan hieroglif Mesir, fiezes Yunani menggabungkan gambar berurutan dan kata-kata untuk menceritakan sebuah cerita.
Perkembangan komik sesungguhnya mulai bermula ketika di Eropa mulai ditemukan dan dikembangkannya teknologi mesin cetak. Yang telah merubah posisi seni di eropa saat itu. Pada awalnya seni hanya bisa dinikmati oleh kaum penguasa dan kaya, akhirnya bisa dinikmati oleh semua kalangan. Demikian halnya dengan komik yang mulai bisa dinikmati khalayak.
Lima abad setelah karya tentang penyiksaan Santo Erasmus (1460), perkembangan komik di eropa mencapai puncak tertinggi melalui tangan dingin William Hogarth. Karya Hogarth merupakan 6 lembar karya yang berjudul “A Harlot Progress” yang diterbitkan tahun 1731. Karya Hogarth adalah karya yang kaya akan detail serta kisah yang terilhami dari kepedulian sosial. Karya Hogarth awalnya dipamerkan sebagai rangkaian seri lukisan dan kemudian dijual dalam bentuk karya ukir. Dan dipajang secara berurutan sehingga dapat dibaca sebagai suatu kisah cerita.
Setelah “A Harlot Progress” munculah kisah lanjutan yang berjudul “A Rake’s Progress”. Karena kepopuleran karya tersebut, maka untuk melindungi keseluruhan karya disahkanlah undang-undang hak cipta untuk pertama kalinya.

Tidak ada komentar: